Negara Adil versus Negara Zalim: Perspektif Pemikiran Islam – Ikhtiar Mencari Peradaban Moral Dalam Negara Modern

 

Judul Buku:

Negara Adil versus Negara Zalim: Perspektif Pemikiran Islam – Ikhtiar Mencari Peradaban Moral Dalam Negara Modern

Penulis:

Prof. Dr. Mahmuddin Harun, M.Ag.

Ukuran:

15,5 x 23 cm

Jumlah Halaman:

187

Cover:

Soft Cover

 

Di tengah gemerlap kemajuan material dunia modern, fondasi moral bernegara justru kerap mengalami krisis yang akut. Buku ini hadir sebagai sebuah kompas intelektual dan spiritual, membedah dikotomi abadi antara negara yang ditegakkan di atas keadilan (’adalah) dengan negara yang terjerembap ke dalam kezaliman (zulm). Melalui kacamata pemikiran Islam yang kaya dan multidimensional, penulis mengajak pembaca menelusuri kembali hakikat sejati dari sebuah kekuasaan, di mana legitimasi politik tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, melainkan dari sejauh mana kesejahteraan, kesetaraan, dan martabat kemanusiaan dijunjung tinggi.

Bukan sekadar romantisasi sejarah atau utopia masa lalu, buku ini dengan tangkas menarik relevansi pemikiran klasik Islam ke dalam pusaran realitas politik kontemporer. Penulis membedah bagaimana prinsip-prinsip luhur seperti syura’ (musyawarah), amanah (akuntabilitas), dan maslahah (kemaslahatan publik) dapat diintegrasikan ke dalam institusi modern untuk melawan korupsi kekuasaan, ketimpangan sosial, dan tirani terselubung. Ini adalah sebuah ikhtiar teoritis sekaligus praktis dalam merumuskan kembali format “negara modern” yang tidak kehilangan jiwanya, sebuah sistem yang menempatkan moralitas sebagai panglima tertinggi dalam setiap kebijakan publik.

Negara Adil versus Negara Zalim adalah bacaan wajib bagi para akademisi, aktivis, pembuat kebijakan, serta siapa saja yang merindukan lahirnya peradaban moral yang tangguh. Dengan gaya bahasa yang lugas namun mendalam, buku ini tidak hanya menelanjangi wajah kezaliman sistemik yang sering kali bertopeng di balik narasi modernitas, tetapi juga menawarkan peta jalan (roadmap) menuju tatanan masyarakat yang beradab. Bersiaplah untuk menantang status quo dan menemukan kembali visi politik Islam yang emansipatif, adil, dan membawa rahmat bagi semesta alam.

 

 

Komentar Anda