Pertanian Adat: Pertanian Warisan Leluhur Sebuah Pengantar

Judul Buku:
Pertanian Adat: Pertanian Warisan Leluhur Sebuah Pengantar
Editor:
Ahmad Jaetulloh & Habiburrachman
Penulis:
Kiagus M. Iqbal – Enjelika Maraya – Romasta BR Simbolon – Jajam Nurjaman
Florensa Mecin Esek – Wedi – Achmad Ridlo Ilwafa – Weni Sari – Rusdi
Ukuran:
15 x 23 cm
Jumlah Halaman:
620
Cover:
Soft Cover
Fokus buku ini adalah sistem agroekologi pertanian sawah dan ladang gilir balik tersebut. Kami belajar sistem pertanian sawah dari tiga masyarakat adat, yakni Masyarakat Adat Dangiang di Kabupaten Garut, Masyarakat Adat Ngkiong Dora di Kabupaten Manggarai Timur, dan Masyarakat Adat Simbuang, di Kabupaten Tana Toraja. Dan kami belajar sistem pertanian ladang gilir balik dari Masyarakat Adat di Pulau Kalimantan, yakni Masyarakat Adat Kutai Adat Lawas di Kabupaten Kutai, Masyarakat Adat Tempayung di Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Masyarakat Adat Laman Bunyau di Kabupaten Melawi. Setiap komunitas mengembangkan praktik agroekologi mereka sendiri. Tentu terdapat kesamaan dan perbedaan teknis pertanian dalam dua jenis agroekologi ini. Perbedaan dan persamaan kemampuan Masyarakat Adat dalam membangun sistem pertaniannya tersebut tidak terlepas dari kondisi landskap, kelembagaan adat, serta acuan nilai dan norma yang berlaku. Buku ini menelusuri keragaman tersebut guna menemukenali cara-cara membangun sistem agrikultur yang selaras dengan keadaan lanskap, kelembagaan adat dan sumber daya.
